Pekanbaru - Upacara bendera rutin yang dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026 di lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi momentum penting tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter bagi seluruh warga madrasah.
Pada pelaksanaan kali ini, Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dipercaya sebagai petugas upacara. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga doa, semuanya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan menunjukkan sikap disiplin yang patut diapresiasi.
Bertindak sebagai pembina upacara, Mr. Khairul Munir, M.Pfis, menyampaikan amanat yang sarat nilai moral dan refleksi kehidupan. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat tema tentang hukum karma sebagai pengingat bahwa setiap tindakan yang dilakukan manusia akan membawa konsekuensi. Pesan ini kemudian dipertegas dengan pembahasan mengenai dampak serius dari perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan menyentuh, beliau membagikan pengalaman pribadi serta pengalamannya selama mengabdi sebagai pendidik di MAN 1 Pekanbaru. Salah satu kisah yang disampaikan terjadi pada tahun 2018, di mana seorang siswa mengalami dampak berat akibat tindakan perundungan dari sekolah lamanya hingga kehilangan kesadaran. Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa bullying bukan sekadar tindakan sepele, melainkan dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis yang serius bagi korban.
Beliau menegaskan bahwa sering kali pelaku tidak menyadari dampak dari tindakan yang dianggap “bercanda”, padahal bagi korban hal tersebut bisa meninggalkan luka yang mendalam. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk lebih peka, menjaga sikap, serta membangun budaya saling menghargai di lingkungan madrasah.
“Jangan pernah meremehkan perbuatan kecil yang menyakiti orang lain. Apa yang kita lakukan hari ini, akan kembali kepada kita di masa depan dan menyakiti seseorang sama dengan menyakiti penciptanya,” pesan beliau dalam amanatnya.
Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya peran setiap individu dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Tidak hanya menjauhi tindakan bullying, tetapi juga berani untuk peduli dan bertindak ketika melihat adanya perilaku yang merugikan orang lain.

0 Komentar