|
|
PEKANBARU - Sukses mengembangkan Desa Wisata Kampung Patin di
Kabupaten Kampar, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kini membidik Pulau Rupat di
Kabupaten Bengkalis.
PHR bersiap menerapkan konsep wisata berbasis komunitas di Pulau
Rupat dalam rangka mendukung peta jalan (road map) pengembangan pariwisata di Provinsi
Riau.
Sebagai langkah awal, PHR dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP)
Riau menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema ”Membangkitkan Wisata Bahari
dan Kepulauan sebagai Ring of Beauty Pariwisata Indonesia". Acara ini
diharapkan dapat memberikan pemahaman dan penyelarasan tentang pengembangan
wisata bahari di tanah air.
Webinar nasional tersebut menghadirkan Direktur Jasa Kelautan
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr. Miftahul Huda, M.Si., Kadis
Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut
Rikky Rahmat Firdaus, Manager Corporate Affairs Asset South PHR WK Rokan Wan
Dedi Yudhistira, dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Engku Putri Hamidah Prof
Drs Suwardi MS, dan Ketua STP Riau Dr.Ir. Eni Sumiarsih, M.Sc.
”Pulau Rupat merupakan destinasi pilihan di Provinsi Riau yang
mulai PHR jajaki pengembangannya sebagai Desa Wisata sejak tahun lalu. Hari ini
melalui kegiatan webinar nasional, setiap materi dari para narasumber yang
kompeten akan dapat memperkaya wawasan kita terkait upaya pemerintah dalam
mengembangkan wisata bahari di Indonesia. Hal ini menjadi langkah awal yang
tepat untuk pengembangan desa wisata Pulau Rupat,” ujar Wan Dedi dalam
sambutannya.
Pengembangan wisata bahari Pulau Rupat akan diselaraskan dengan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau dan upaya
pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Environmental, Social and
Corporate Governance (ESG)
“SKK Migas beserta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) selalu
melakukan upaya-upaya terbaik dalam program pengembangan masyarakat
berdampingan dengan tugas pokok SKK Migas untuk penyiapan energi di Indonesia.
Desa wisata yang sudah dirintis terbukti memiliki multiplier effect yang mampu
menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan dengan pesat,” ucap Rikky
Rahmat Firdaus dari SKK Migas Sumbagut.
Kecamatan Rupat utara memiliki sejumlah objek wisata bahari yang
mempesona di antaranya Pantai Pesona Teluk Rhu, Pulau Beting Aceh, dan Pantai
Tanjung Lapin. Lokasi itu memiliki pantai berpasir putih, di tepian Selat
Malaka, dan berseberangan langsung dengan Port Dickson Malaysia.
PHR menggandeng STP Riau sebagai mitra pelaksana program, dengan
dukungan pemerintah tingkat kabupaten/ provinsi, SKK Migas, dan pemangku
kepentingan yang terkait lainnya. Saat ini telah diidentifikasi dan dipetakan
potensi Rupat Utara, baik dari sisi destinasi wisata, kuliner, homestay, maupun
kerajinan tangan UMKM.
Selanjutnya, PHR dan STP Riau akan melakukan pendampingan
lapangan serta pelatihan peningkatan kualitas SDM, seperti halnya intervensi
yang pernah dilakukan di Desa Wisata Kampung Patin.
Pulau Rupat Utara adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
(KSPN) dan memiliki pasir putih sepanjang 17 kilometer. Di kawasan ini tersedia
sejumlah villa hingga homestay. Setiap musim libur tiba, wisatawan domestik
banyak berdatangan mengunjungi pantai tersebut. Ke depan, pengembangan desa
wisata di Pulau Rupat Utara juga harus mampu mendatangkan wisatawan
mancanegara.
”Pulau Rupat memiliki potensi yang luar biasa di bidang
pariwisata. Kehadiran program-program PHR dan STP Riau dapat mendorong
peningkatan SDM dan kreativitas masyarakat setempat. Kami yakin akan menjadi
sebuah potensi pariwisata yang sangat besar untuk Riau di masa yang akan
datang,” ujar Roni Rakhmat dalam kesempatan secara terpisah. Potensi bahari dan
kepulauan di Indonesia dapat menjadi modal kuat bagi pengembangan destinasi
wisata.
Pada program sebelumnya, PHR dan STP Riau berhasil membawa Desa
Wisata Kampung Patin meraih berbagai penghargaan tingkat nasional. Di antaranya
Juara I Nasional untuk Perguruan Tinggi Pendamping Desa Wisata (2020) dan Juara
II Kategori Souvenir pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (2021). Desa ini juga
telah mendapatkan Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental
Sustainability (CHSE) dan Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan.
Pada Sabtu (22/1/2022) lalu, PHR dan STP Riau juga meluncurkan
KAMPAR (KAMpung PAtin-nya Riau), sebuah gerai yang menyediakan berbagai olahan
ikan patin yang berlokasi di TikTok Creative Hub, Jl. Arifin Achmad, Pekanbaru.

0 Komentar