RUPAT - Puluhan nelayan Kelurahan Tanjung Kapal Kecamatan Rupat berharap agar pemerintah kabupaten segera membangun pelabuhan nelayan untuk mereka. Dengan dibangunnya kembali pelabuhan ini tentunya dapat menunjang kegiatan bongkar muat hasil hasil nelayan, dan bahkan untuk masyarakat umum nantinya.
Diketahui, pelabuhan Tanjung Kapal ini sudah lama
tidak difungsikan oleh masyarakat tempatan karena kondisi jembatan yang
sangat membahayakan keselamatan bila digunakan. Bahkan, di ujung pelabuhan
tersebut sepanjang lima meter sama sekali dalam keadaan hancur.
Dari pantauan di lapangan terlihat memang kondisi
pelabuhan terlihat rusak berat. Terlihat pada kondisi lantai jembatan yang
terbuat dari papan mulai lapuk. Gelegar serta tiang beton pelabuhan terlihat
sudah dimakan usia, terjadi retakan disana sini.
Pelabuhan ini sudah lama rusak, hanya saja
berulangkali para nelayan dan warga setempat bergotong royong melakukan
perbaikan, namun tidak memadai.
Pelabuhan sepanjang lebih kurang 100 meter dengan
lebar dua meter ini terletak tidak jauh dari pelabuhan penyeberangan Kapal
Ro-Ro Tanjung Kapal - Dumai.
Selama ini masyarakat dan para nelayan hanya
mengandalkan pasang air laut naik untuk melakukan bongkar muat barang dan
orang. Kapal pompong dan perahu nelayan bisa sampai merapar dan berlabuh
di kuala sungai, yang keberadaannya tidak jauh dari pelabuhan yang rusak
tersebut.
"Pelabuhan ini sangat penting sekali bagi
kami warga Tanjung Kapal. Ini bukan saja kebutuhan para nelayan, tapi juga para
penjaja buah-buahan untuk kapal tanker dan kapal kargo yang sedang lego
jangkar di tengah laut. Jika air laut sedang pasangan naik, maka itu tidak ada
kendala bagi kami melakukan aktifitas tersebut. Namun bila air laut surut,
otomatis kuala sungai todak bisa digunakan. Kami bingung, berlabuh dari
mana," .ungkap Udin kepada media ini, belum lama ini.
Tokoh masyarakat Tanjung Kapal, Saymsuddin media
ini mengaku perihatin melihat kondisi pelabuhan mereka yang ada saat ini.
Pelabuhan yang melapuk, dinilai sangat membahayakan bagi warga masyarakat yang
menggunakannya.
"Saya berharap kiranya pemerintah Kabupaten
Bengkalis melalui pihak terkait, Lurah maupun Camat Rupat agar dapat
mengusulkan untuk membangun kembali pelabuhan ini. Saya memandang bila
pelabuhan ini tidak segera dibangaunkan kembali, maka akan banyak nelayan
kesulitan mencari makan," katanya.(harianto)

0 Komentar