SIAK - Bupati
Siak Alfedri dan Wakil Bupati Siak meninggalkan kantornya di ibukota kabupaten
setiap hari Jumat. Pasangan pemimpin ini pindah kantor ke kantor penghulu
kampung (desa) sehari itu, dari pagi hingga sore, dan merasakan ruangan tanpa
AC dan gerahnya melayani masyarakat dari teras kantor desa.
Program ini diberi nama Bujang Kampung, akronim dari Bupati
Kerja dan Ngantor di Kampung. Program ini baru diluncurkan pada awal Januari
2022, telah mendapat sambutan warga masyarakat. “Kami sudah tiga kali pindah ke
kantor penghulu kampung, program ke empat Jumat (28/1/2021) besok di kampung
Rantau Bertuah Minas,” kata Wakil Bupati Siak Husni Merza kepada Tribun
Pekanbaru, Kamis (27/1/2022).
Bagi Husni, program Bujang Kampung ini sangat menyenangkan,
meski fasilitas kantor penghulu kampung berbeda kelas dengan kantornya
sehari-hari. Bagaimana gerahnya mengurus keperluan warga di kampung-kampung
telah ia rasakan pada 3 kali program ini berjalan.
“Saya sangat happy, karena bisa membuat warga happy. Ya,
tidak ada ruangan khusus buat Pak Bupati dan saya, semuanya mengalir, kantor
kita di teras dan lapangan,” kata Husni. Sederhananya, bupati dan wakil bupati
beserta beberapa OPD yang dibutuhkan masyarakat melakukan pelayanannya di
kampung. Waktunya sehari penuh.
Dimulai dari apel pagi pukul 07.30 WIB dan melaksanakan
tugas. Setelah apel pagi, bupati dan wakil bupati memanfaatkan ruangan rapat
atau teras kantor untuk mengerjakan tugas.
Pelayanan yang dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat di kampung yang dituju. Sedangkan penghulu kampungnya (Kades) tetap
juga bekerja sebagaimana biasanya. “Setelah tiga kali kami lakukan, kita memang
ditunggu masyarakat. Pelayanan administari kependudukan misalnya, warga yang
mengurus hari itu selesai,” ujarnya.
“ Ada soal anak yang putus sekolah karena kurangnya biaya
langsung kita tangani secepatnya agar Senin awal pekannya anak itu sudah masuk
ke sekolah,” imbuh dia. Program Bujang Kampung ke 4 di kampung Rantau Bertuah,
kecamatan Minas Jumat (28/1/2022) ini akan melayani beberapa program.
Di antaranya pelayanan administrasi kependudukan, seperti
pelayanan KK, pindah atau datang, perekaman dan pencetakan e KTP, pelayanan
KIA, akta pencatatan sipi dan lain-lain.
Kemudian juga menyasar pada pelayanan kesehatan, yakni
pelaksanaan vaksin Covid 19 anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi bosther.
Pelayanan sosial yakni penyelarasan data PKH, Muskam antara Pemkam dan petugas
sosial desa.
Tidak hanya itu, Bujang Kampung juga bakal melakukan
pelayanan pendidikan, yakni pemantapan data anak putus sekolah, pemantapan data
anak kurang mampu di kelas 3,2 dan 1 SMA sederajat. Kemudian ada juga pelayanan
PBB serta pajak restribusi lainnya. Kemudian juga ada pelayanan pengadilan
agama (PA) di antaranya pendaftaran perkara gugatan perceraian secara online
dan konsultasi hukum. Terkahir akan melakukan pelayanan pembinaan UMKM pada
masyarakat.
“Jadi satu hari ini memang sangat padat, dengan tujuan
pelayanan itu memberikan dampak positif di kampung tersebut,” kata dia.

0 Komentar