|
|
PEKANBARU - Banjir masih terjadi di Kota Pekanbaru setiap diguyur
hujan lebat. Penyebabnya, banyak sampah menumpuk di dalam parit atau drainase
sehingga menghambat aliran air.
Walikota Pekanbaru Firdaus saat dikonfirmasi mengatakan,
mengatasi masalah ini jangan menunggu Dinas PUPR. Camat dan lurah bisa mengajak
masyarakat agar bisa gotong-royong membersihkan sampah dan sedimen di dalam
drainase.
"Di dalam parit banyak sampah. Bagaimana air tidak
tergenang, airnya tidak lancar. Ini mesti digerakkan. Tidak bisa menunggu PUPR,
pegawai PUPR itu berapa orang. Kalau soal di lingkungannya, gotongroyong
lah," kata Walikota, Senin (31/1/2022).
Walikota menyebut, seharusnya camat dan lurah bisa mengajak
RT/RW dan warga untuk aktif bergotong-royong. Terutama dalam menghidupkan
kembali aliran parit di lingkungan.
"Ajak warga gotong-royong. Buang sampah yang ada di dalam
parit. Apalagi ada juga (warga) yang tidak peduli," kata Walikota.
Ia menilai, jika menunggu pasukan kuning dari Dinas PUPR
Pekanbaru akan memakan waktu lama. Apalagi dengan jumlah petugas yang terbatas.
Parit harus saling terhubung untuk mengalirkan air.
"Bagus pun parit kita di atas, tapi kalau di bawah
tersumbat ya tergenang juga. Saya juga sudah minta kepala dinas PUPR,
komunikasikan camat lurah supaya masyarakat mesti mendukung. Untuk parit yang
melewati tempat mereka, mereka (warga) jangan tutup," jelasnya.
Berdasarkan masterplan penanganan banjir, ada total 371 titik
banjir di Kota Pekanbaru. Proses penanganan banjir berpedoman pada masterplan
pengendalian banjir. Banjir juga melanda sejumlah pemukiman yang berada di
sepanjang bantaran sungai.

0 Komentar