|
|
Harianwarta1.com - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Pipin Sopian mengkritisi rancangan desain final Istana Negara di ibu kota
negara (IKN) yang dirancang oleh seniman patung.
Menurutnya, rancangan Istana Negara di IKN seharusnya dirancang
oleh orang yang ahli dalam merancang bangunan.
"Saya rasa itu diserahkan kepada ahlinya, kalau tidak
diserahkan kepada ahlinya berpotensi tidak sesuai," kata Pipin kepada
CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).
Namun begitu, ia menolak mengomentari lebih lanjut soal desain
Istana Negara di IKN. Pipin menegaskan, partainya tetap menolak rencana
pemindahan IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurutnya, perpindahan IKN harus dilakukan dengan menggelar
referendum lebih dahulu. Pipin berkata, pemindahan IKN tidak boleh dilakukan
hanya karena kepentingan segelintir orang.
"Kami menegaskan perpindahan IKN karena menjadi concern
seluruh rakyat Indonesia, maka harus dilakukan referendum supaya setiap warga
negara didengarkan suaranya," ucapnya.
"Jangan karena kepentingan segelintir orang IKN ini
dipindahkan, perlu dipikirkan opsi referendum untuk mendengar suara masyarakat
secara luas," sambung Pipin.
Dia juga mengingatkan bahwa praktik perpindahan IKN di berbagai
negara telah menimbulkan ketergantungan negara terkait pada negara lain dalam
hal pemberian utang.
Menurutnya, situasi tersebut mengancam kedaulatan negara. Pipin
pun menyatakan, pemindahan IKN tidak tepat dilakukan di tengah kondisi ekonomi
Indonesia saat ini.
"Praktik di berbagai negara, IKN pindah menyebabkan
ketergantungan negara asing yang memberikan utang kepada negara tersebut
sehingga kedaulatan negara terancam. Pemindahan IKN [tidak tepat dilakukan]
ketika kondisi ekonomi sehat sekarang di saat utang negara kita besar mendekati
Rp7.000 triliun," katanya.
Sebelumnya, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyatakan
pembangunan Istana Negara dalam desain IKN baru harus memenuhi kriteria
keamanan, keselamatan, kenyamanan, kemudahan, dan kesehatan.
Rancangan desain final Istana Negara saat ini dirancang oleh
seniman patung I Nyoman Nuarta. Desain itu disebut sudah mendapat persetujuan
Presiden Joko Widodo setelah mengalami delapan kali revisi. Desain istana
terpilih menyerupai burung garuda, posisi gedung berada di atas bukit dengan
ketinggian 88 MDPL dan tinggi sayap garuda mencapai 170 meter.
Ketua IAI Nasional Georgius Budi Yulianto mengatakan kriteria
bangunan publik tak hanya mengandalkan bentuk dan estetika. Bangunan publik
harus memenuhi kriteria lainnya mulai dari keamanan hingga kesehatan bangunan.
Kriteria tersebut bisa dipenuhi oleh seorang arsitek sesuai
dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Arsitek dan PP Nomor
15 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6/2017.
"Dalam berpraktik, menurut hukum, kata Arsitek itu adalah
seseorang yang berpraktik arsitek, teregistrasi dan berlisensi, dengan demikian
maka desain arsitektur yang merupakan produk praktik profesi arsitek pun
berkonsekuensi hukum. Penanggung jawab karya arsitektur, tidak hanya yang
berhak atau sekedar mampu, tapi siapa yang wajib bertanggung jawab," kata
Budi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).

0 Komentar