SELATPANJANG -
Proses pendataan penempatan guru merata hingga pelosok desa, di Kabupaten
Kepulauan Meranti, telah selesai dilakukan oleh pemerintah daerah
setempat. Proses tersebut
menindaklanjuti atensi Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H Muhammad Adil SH,
untuk memenuhi sekolah yang masih kekurangan Guru PNS di sana.
Demikian disampaikan oleh Pj
Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Bambang Suprianto SE MM, kepada Riau Pos,
Selasa (25/1/2022) siang. "Maping
atau pemetaan seluruh Guru PNS tingkat SD dan SMP yang tersebar di Kepulauan
Meranti telah rampung. Kalau tidak silap dari kabar yang saya terima, pemetaan
itu rampung akhir pekan kemarin oleh Dinas Pendidikan," ungkapnya.
Menurutnya proses pemetaan itu
tidak hanya dilakukan oleh dinas terkait, melainkan, juga melibatkan
koordinator dan pegawas pendidikan di lapangan.
Hasilnya seperti dibeberkan Bambang, akan ada Guru PNS di beberapa
wilayah yang akan bergeser. "Ada yang bergeser. Tapi tidak juga
seluruhnya. Yang dinilai patut untuk digeser ya kita geser," ujarnya. Baca Juga : 155 Pejabat Fungsional Kabupaten
Meranti Dilantik Walaupun demikian, ia belum mau mengungkapkan jumlah pasti
terhadap Guru PNS yang terancam akan dimutasi. "Jumlah nanti ya, kalau SK
mutasi rampung ya," tutur Bambang.
Namun ia menegaskan, dan berharap
seluruh guru di Kepulauan Meranti untuk tidak khawatir. Karena pergeseran
dominan dalam kecamatan. Kalaupun ada di luar kecamatan, lokasi penempatan
tidaklah berjauhan dari sekolah sebelumnya.
"Dominan pergeseran dalam kecamatan. Jikapun ada antar kecamatan
yang jaraknya tidak terlalu jauh. Misalnya, jika yang bersangkutan semula
bertugas di kota, kemungkinan besar hanya akan bergeser di Tebingtinggi
Barat," ungkap Bambang. Diberikan
sebelumnya, setelah mendengar keluhan dari sejumlah kepala sekolah yang
merangkap tugas dampak kekurangan jumlah guru, Bupati Kabupaten Kepulauan
Meranti Muhammad Adil memberikan perintah kepada dinas teknis untuk melakukan
rotasi besar-besaran.
Tak tanggung-tanggung 1500 orang
guru yang berstatus PNS dievaluasi untuk dimutasi. Tentunya langkah itu sebagai
upaya pemerataan guru hingga ke pelosok negeri.
Ia tidak mau ada lagi yang guru menumpuk di kota, sementara di desa
masih kekurangan guru. Tentunya kebijakan ini menurutnya memuluskan program
steategisnya menuju Meranti Cerdas. Hendaknya nilai pendidikan Meranti naik
tingkat dalam Ujian Nasional (UN) dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi
Riau.(Wir)

0 Komentar