SIAK - Program
Bujang Kampung seri ke 4 dilaksanakan di kampung Rantau Bertuah, kecamatan
Minas, Jumat (28/1/2022). Program Bupati Kerja dan Ngantor di kampung ini
langsung dipimpin Bupati Siak Alfedri dan didampingi Wakil Bupati Siak Husni Merza, serta sejumlah
pimpinan OPD.
Pada seri ke 4 ini Alfedri-Husni tidak hanya memberikan
berbagai pelayanan terhadap masyarakat setempat. Mereka menemukan keunikan
kampung itu untuk pengembangan program one vilage one product. Keunikan itu
adalah kecocokan peternakan sapi di kampung tersebut.
Pada kesempatan itu Husni Merza bersama Kepala Dinas
Peternakan dan Perikanan Siak Susilawati dan jajaran mengunjungi kandang sapi
milik koperasi Sumber Rezeki. Husni tampak senang melihat beberapa ekor sapi
yang dikelola koperasi ini.
“Peternakan sapi ini merupakan binaan Badan Amil Zakat
Nasional (Baznas) kabupaten Siak. Pengelolaannya bagus sehingga ini bisa
menjadi percontohan untuk kelompok lain ke depannya,” kata dia.
Di kawasan kandang sapi itu, Husni menegaskan Rantau Bertuah
akan dijadikan sentra peternakan sapi kabupaten Siak. Kelompok ternak
diperbanyak dan dibantu untuk pengadaan sapinya.
“Masyarakat juga kita bantu sapi nantinya. Terkait anggaran
kita keroyokan bersama semua pihak, semua potensi kita berdayakan,” kata Husni.
Anggarannya bisa dari APBD kabupaten Siak, anggaran Baznas
atau CSR perusahaan. Di samping itu juga dicari peluang ke provinsi dan
kabupaten, sehingga terpenuhilah program one village one product di kampung
ini.
“Saat ini sudah ada 3 kelompok ternak yang eksisting di
kampung Rantau Bertuah. Masyarakat juga mempunyai sapi, tinggal kita bantu
pengembangannya serta kita bina baik dari sisi kesehatan hewan, serta
pemasaran,” kata dia.
Sementara itu, Susilawati mengatakan siap untuk membantu
masyarakat dalam pengembangan peternakan sapi di kampung itu. Pihaknya juga
bakal menurunkan dokter hewan dari dinas untuk memeriksa kesehatan sapi secara
berkala.
“Untuk menjadikan kampung ini sebagai sentra peternakan sapi
memang kita harus bergotong royong dan bahu membahu, pemerintah, masyarakat,
Baznas dan swasta,” kata dia.
Namun demikian, Susi membuat formulasi peternakan tersebut
tidak hanya fokus pada anakan. Sebab jika hanya fokus pada anakan petani akan
bosan dan secara ekonomi tidak signifikan.
“Maka kita harus efektifkan dari hulu ke hilir yang bisa
menjadi nilai ekonomis. Contohnya pemanfaatan kotoran sapi, limbah padat dan
cairnya untuk dijual sehingga menambah pemasukan petani,” kata dia.
Kampung Rantau Bertuah juga mempunyai perkebunan sawit
sehingga dibuat juga pola integrasi sapi dan sawit. Teknologi terapan untuk
pengolahan pakan juga akan diupayakan dibantu.
Pelayanan Bujang
Kampung
Progam Bujang Kampung ke 4 di kampung Rantau Bertuah,
kecamatan Minas tersebut melayani beberapa program. Di antaranya pelayanan
administrasi kependudukan, seperti pelayanan KK, pindah atau datang, perekaman
dan pencetakan e KTP, pelayanan KIA, akta pencatatan sipi dan lain-lain.
Kemudian juga menyasar pada pelayanan kesehatan, yakni
pelaksanaan vaksin Covid 19 anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi bosther.
Pelayanan sosial yakni penyelarasan data PKH, Muskam antara Pemkam dan petugas
sosial desa.
Tidak hanya itu, Bujang Kampung melakukan pelayanan pendidikan, yakni
pemantapan data anak putus sekolah, pemantapan data anak kurang mampu di kelas
3,2 dan 1 SMA sederajat. Kemudian ada juga pelayanan PBB serta pajak restribusi
lainnya.
Selain itu juga ada pelayanan pengadilan agama (PA) di
antaranya pendaftaran perkara gugatan perceraian secara online dan konsultasi
hukum. Terkahir akan melakukan pelayanan pembinaan UMKM pada masyarakat.

0 Komentar