PEKANBARU - Wakil
Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi memberi perintah agar semua pihak duduk
bersama untuk menuntaskan kisruh bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Adanya kisruh
lantaran manajemen PT Trans Pekanbaru Madani (TPM).
Bus TMP dikelola oleh PT.TPM yang merupakan bagian dari
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Diminta di bagian ekonomi atau kerjasama
di sekretariat daerah untuk menggelar rapat," paparnya, Jumat (28/1/2022).
Menurut Ayat Cahyadi, rapat tersebut bisa diikuti oleh Dinas
Perhubungan Kota Pekanbaru, PT.Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dan PT TPM. Mereka
harus duduk bersama dan mencari solusi agar permasalahan tidak terulang lagi.
"Undang semua, jangan terulang kembali kejadian-
kejadian mogok. Saya minta fasilitasi pertemuan itu, apa masalahnya
sebenarnya," jelasnya.
Ayat menilai BUMD harus tetap kordinasi dengan instansi di
pemerintah kota untuk mendapat kucuran anggaran. Mereka sebagai BUMD tidak bisa membayar gaji
awak bus bila belum mendapat dana segar dari pemerintah.
Manajemen PT Trans Pekanbaru Madani (TMP) sebagai operator
bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) hingga kini belum bisa membayarkan gaji para
awak bus.
Mereka masih mengalami masalah keuangan sehingga gaji awak bus
menunggak hampir tiga bulan. Sebelumnya, Direktur PT TPM, Azmi mengaku belum
memastikan jadwal pembayaran gaji bagi para awak bus TMP.
Ia mengatakan sudah berkordinasi dengan instansi terkait di
Kota Pekanbaru. Ada rencana pembayaran bakal dilakukan pada awal Februari 2022.
Permasalahan keuangan menjadi faktor utama pembayaran gaji para awak bus pun
terkendala.

0 Komentar